Sabtu, 02 April 2011

‘Jelangkung Masuk Surga’

Oleh: Sirilus Selaka *)

(Dipublikasikan oleh Timor Express, 28 November 2008)

SELAMAT datang KPK, welcome to my paradise NTT, surganya para bandit perampok uang rakyat. Bila ucapan khas penyambutan tamu ini terlambat disampaikan, wajar karena kehadiran KPK di Kupang kemarin bak Jelangkung; datang tak dijemput, pulang tak diantar. Tamu, seperti kata Andy F Noya; Saat Anda datang, cukup 5 menit jadi tamu, selanjutnya Anda kami anggap tuan rumah. Maka ucapan selanjutnya adalah; selamat bekerja…Lalu siapakah gerangan dukun yang melakukan ritual pemanggilan jelangkung untuk memangsa para kanibal yang tengah pulas kekenyangan daging, darah dan air mata kaumnya sendiri? Mengapa, untuk apa, kapan dan bagaimana sampai kawanan ‘teroris’, musuh nomor wahid para koruptor itu bisa lolos masuk surganya korupator, nerakanya rakyat ini? Disebut grup surga-neraka karena NTT masuk the big vive provinsi terkorup di Indinesia. Catatan Maria Margaretha Hartiningsi yang dikutip Fidel Harjo; Paling enak jadi koruptor di NTT karena hampir 90% para koruptor dijamin lolos dari jeratan hukum dan bebas dijebloskan ke penjara (Pos Kupang, 25/7/08).
Kembali ke pertanyaan 5W+1H di atas. Siapa dukun yang mengundang Jelangkung itu? Mungkin dukun tingkat pusat, di bawah pusat, di bawahnya lagi, atau mungkin di atas pusat alias dukun internasional? Siapa pun, yang jelas ini bukan dukun sembarang dukun, bukan dukun pengganda uang, atau dukun cabul, ini dukun berhati malaikat, bersuara nabi dan bertangan penyelamat, walau datang dari dunia lusifer. Dukun yang tidak sudi berkoalisi dengan sesama dukun tapi memilih besekutu dengan manusia.
Mengapa? Karena kanibalisme di sisni sudah memprihatinkan. Pelakunya lebih banyak yang lolos dari jeratan jejaring segitiga penegak hukum. Alasanya, harus ada surat izin pemeriksaan, surat perintah penagkapan, surat kuasa pengambilan kembali uang negara dan surat wasiat eksekusi perkara. Alasan-alasan stereotip itulah, dunia perdukunan merasa perlu turun tangan, mengundang Jelangkung yang adalah sepupu dekat Super Man dan bekerja tanpa batas ruang dan waktu. Alih-alih butuh surat-surat, SP3 pun akan disulap jadi ‘Surat Perintah Penangkapan Pelaku’…benar-benar super.?
Untuk apa? Untuk menyelamatkan jutaan nyawa yang terbungkus dalam raga kerempeng peot, yang sekian lama bertahan hidup dari ampas perahan kelapa, sampai perut bocah-bocah buncit dihuni cacing – busung lapar. Pelakunya berlomba menumpuk kekayaan, tak tersisa celah buat angkatan kerja untuk berkarya. Golongan produktif terpaksa harus tersiksa sampai meregang nyawa di negeri orang. Miskin di kampung halaman, menderita dan mati terkubur di tanah rantau. Banyak yang pergi, sedikit yang kembali. Beberapa pulang dalam keranda bisu. Pergi lari dari rumah, pulang bersama kursi roda. Pergi tak direstui ibu prtiwi, pulang diusir bak anjing kudisan; datang tak dijemput, pulang tak digaji. TKI, susah di negeri sendiri, tersiksa di negeri orang.
Kapan ritual pemanggilan dilakukan? Ssst,, rahasia! Ini bukan gosip seleb, ini rahasia besar. Entah siang, entah malam, entah, subuh atau temaram, hanya waktu yang tahu waktunya sendiri. Para bandit entah komplotan, entah perorangan, kini berlomba dengan waktu, sementara kawanan Jelangkung mengejar waktu dan rakyat punya waktu. Biarlah waktu yang akan menghentikan setiap langkah, karena waktu teralu panjang bagi yang menunggu, terlalu pendek bagi yang ketakutan, terlalu lama bagi yang menderita, terlalu cepat bagi yang bahagia, tetapi waktu abadi bagi kebenaran, keadilan dan yang mencintai kejujuran. Ini pesan almarhuma Putri Diana yang ‘memilih’ mati dibunuh waktu yang menyakitinya.
Lalu kapan sang waktu bicara, mengartikulasikan pada dunia bahwa; firdaus telah hilang dari genggaman si panjang tangan, dirampas Jelangkung, dan menjemput paksa ke neraka jahanam? Menurut hasil penerawangan si penghuni kolom horor; “Brsiap-siaplah Jadi Napi”(Timex, 22/11/08).. Maka bersiaplah menuai badai dari angin yang ditabur dulu. Tak ada yang gratis di dunia ini, nyawa ganti nyawa, darah balas darah, air mata dibayar tangis. Bersiaplah mengenakan baju koruptor terbaru, rancangan desainer masa kini. Berkemaslah, ucapkan pesan-pesan terakhir pada orang-orang tercinta yang dihidupi dengan uang keramat itu. Tandatangani surat wasiat selagi bisa walau dengan tangan bergetar, siapa tahu pergi untuk selamanya, karena di hotel pro deo itu tersedia bara yang siap memanggang hingga tulang belulang yang keropos. Saatnya hampir tiba untuk melepas masa ‘lajang’ dan akan dihujani ucapan; “Selamat Menempuh Hidup Baru”.
Sebelum ke mobil tahanan, bekali jantung dengan tablet darah tinggi, stroke dan diabetes yang ditimbun dalam tubuh tambun, selama menimbun kuasa. Jangan lupa kantongi uang secukupnya buat berlangganan koran sebagai jendela dunia nan luas, yang selalu digenggam bak daun kelor. Bawa juga ATK sisa mark up proyek pengadaan alat dan bahan periode kemarin, buat menulis jawaban pertanyaan; “Siapak Engaku?”. Jawablah serileks saat mengelabui auditor dulu, bahwa; Aku adalah Adam yang telah memakan buah apel itu; / Adam yang tiba-tiba sadar kehadiranya sendiri, terkejut dan merasa malu / Aku adalah Adam yang kemudian mengerti baik dan buruk, dan mencoba lolos dari dosa kelain dosa / Adam yang selalu mengawasi diri sendiri dengan rasa curiga, dan berusaha menutup wajahnya / akulah tak lain Adam yang menggelepar dalam jaring waktu dan tempat, tak tertolong dari kenyataan; firdaus yang hilang / lantaran kesadaran dan curiga yang berlebih atas kehadiranya sendiri / Aku adalah Adam yang mendengar suara Tuhan; selamat berpisah Adam. (Siapakah Engkau, Sapardi Djoko Damono, 1970)
Bagaimana? Bagaimana mereka berkolaborasi, gentayangan, mengintip dan menyadap setiap konspirasi dengan media super canggih dan super magic ? Sekarang, how to do it?
Kita tunggu laporan selanjutnya..Membaca Tajuk Rencana harian ini edisi 24/11/08, nampak sebuah ketidakpuasan terhadap lirikan KPK yang hanya melerok kasus kapal ikan dan dana purna bakti saja. Terdapat juga tuntutan perlakuan adil KPK secara hukum terhadap berbagai kasus korupsi yang sempat dipetieskan pada waktu lalu. Dalam penerawangan saya (dukun palsu?), jangan terlampau khawatir, 90% kekhawatiran manusia tak selalu terjadi. Be slowly baby, takan lari gunung dikejar, dan bila gunung itu tak bisa berpindah menghampiri, maka kita yang harus menghampirinya. Conception Picciotto, demonstran ‘calon tetangga’ Barack Obama di Gedung Putih menginspirasi dan meneguhkan ketabahan kita dalam mencari dan menemukan keadilan. Bayangkan, 27 tahun wanita Spanyol itu menyia-nyiakan kecantikan masa mudanya dengan hidup terlunta-lunta sebagai demonstran menentang the corruption dan jenis penzoliman lain.(Serial Timex, 21,22/11/08) Atau penggalan bait lagu Mestakung gubahan Prof. Yohanes Surya Ph,D berikut cukup meyakinkan kita; “Tetapkan sasaran, tetapkan setinggi mungkin, makin tinggi makin baik. Bicarakan tiap hari, bicarakan ke setiap orang, bicarakan dalam doa, melangkahlah maju dan maju. Jangan goncang lihat gelombang, jangan gentar dengan deru angin, jangan menyerah hadapi rintangan. Yakinlah, gunung tinggi dapat didaki, laut luas dapat diseberangi, masalah sulit dapat dipecahkan. Tak ada yang tak mungkin bila Mestakung; “seMESTA menduKUNG” . Menurut juara dunia olimpiade Fisika Internasional di Singapura tahun 2006 ini, Mestakung diambil dari konsep sederhana; bahwa ketika sesuatu berada dalam kondisi kritis, maka setiap partikel disekelilingnya akan bekerja serentak demi mencapai titik ideal. (Mestakung, Prof, Yohanes Surya Ph.D, 2006) Kaitanya dengan pekerjaan Jelangkung, maka setiap kita adalah partikel disekeliling masalah korupsi ini. Dan bila semua partikel ini bereaksi serentak maka, titik ideal bisa kita rengkuh.
Selanjutnya, kita serahkan pada sutradara dan aktor-aktor ‘film horor’ nan mencekam itu, untuk dapat mempertontonkan pada dunia, tontonan yang memuaskan . Sekedar bocoran, ini cuplikan adegan ‘film box offis 2008’;
Sesosok bayangan berkelebat, tiba-tiba berdiri di depan pintu;
“Anda kami tangkap,,!”
“Mana surat perintah, dan kalian ini siapa, tidak tahukah kalian bahwa ini kawasan elit surga?”
“Tak perlu basa-basi, kami kawanan Jelangkung tak bisa dikibuli, dan tak sudi disogok”
Tak lama kemudian, pintu neraka pun terbuka…Sejurus kemudian, jagat raya teduh tenang. Ya, sehabis badai, datang ketenagan……..THE END


*)Penulis; Warga kota Kupang,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar