Terapi Syndrom Judi
Oleh; Sirilus Selaka
(Pernah dipublikasikan oleh Timor Express dan Radar Bulukumba)
SELESAI membaca tulisan Rattahpinisa H.H.”Jerat-jerat Narkoba “yang dimuat harian Timex 27 Juni 2008,saya sejenak berhenti membolak-balik halaman koran dan merenung, “3M(merokok, minum, madat)Narkoba dan sex bebas adalah satu keluarga,besaudara,entah kandung, sepupu, tiri atau kembar tapi tak sama. Siapa nenek, bapak, kakak atau siapa saudara bungsu mereka. Yang jelas mereka itu ada di mana-mana, hidup seperti biasa, makan,mandi, pergi ke pasar, kantor, sekolah, berdoa, bertobat dan mengulang lagi. Mereka selalu dibenci, dikejar-kejar aparat(bukan saudara mereka,,?)ditangkap, dihukum dan direhabilitasi. Rumah mereka diobok-obok, digusur dan dibakar. Perenungan terganggu sebentar, ada yang baru datang, dia mengaku sebagai saudara tertua dari 3M (bukan trio Macan), namanya Judi, wajahnya pucat,rambutnya kusut, sorot matanya suram akibat kurang tidur, punya banyak hutang dan sudah dipecat dari tempatnya bekerja akibat sering mangkir. Dia juga mengaku sering menipu dan mencuri uang sebagai modal “usaha”, baru sebulan bebas dari tahanan terkait pelanggaran pasal 303 KUHP. Mereka itu satu keluarga selebritis, isu dan berita seputar kehidupan mereka tak pernah sepi dari pemberitaan media masa. Simak sejenak cuplikan beberapa topik berita dari berbagai media masa berikut ini;”perokok pasif dan kanker paru-paru, pilot India suka mabuk, mantan jura dunia terjerat kokain, anak TK korban cokelat narkoba, Sandra Dewi duta anti narkoba, BK ingin segera klir soal Max Moein, judi PS 4, pelejar diringkus, berjudi 4 pejabat jadi tersangka”. Ini hanya secuil cuplikan yang merepresantasi anak TK sampai pejabat Negara dan berbagai profesi lain dari berbagai penjuru dan segala lapisan masyarakat. Kok, kaya seratus juri vote lock dan duaratus soulvoters, he, he,, maaf Nona Igun ya,,,.
Judi, apapun nama, bentuk dan tujuanya, di Indonesia dilarang Undand-undang. Beberapa Negara melegalkan judi sebagai sumber devisa dan lahan subur pengusaha(Bandar) judi. Almahrum Ali Sadikin dalam masa jabatanya sebagai gubernur DKI pernah melegalkan judi dan berhasil meningkatkat perekonomian Jakarta. “Saya ijinkan judi, tapi hanya untuk orang-orang China”, kata anggota Petisi 50 ini pada suati kesempatan.
Pemerintah Indonesia melalui Depsos pernah menyelenggarakan (menghalalkan) judi secara Nasional. Dari PORKAS ke SDSB, tetapi judi bentuk lain tetap di larang. SDSB atau Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah. Dimana para dermawan menyumbang kemudian bila beruntung setiap seribu rupiah bisa mendapatkan hadiah Rp. 3. 750.000,-. Angka yang menggiurkan sehingga banyak orang miskin menjadi dermawan malah tambah miskin, tambah malas, rajin menciptakan rumus-rumus jitu, selalu menghayal dan mengharap, pandai meramal, menganalisa mimpi-mimpi sendiri dan mimpi orang lain, banyak juga yang menderita halusinasi. Kita memaklumi keserakahan kita sebagai manusia, demi hadiah yang menggiurkan si miskin rela jadi dermawan, demi BLT si kaya rela jadi miskin. SDSB akhirnya diharamkan kembali oleh idealisme anak bangsa sendiri. Beberapa tahun kemudian judi nasional ini kembali diwacanakan untuk mendongkrak prestasi olahraga tanah air, tetapi layu sebelum berkembang terbentur tarik ulur berbagai pihak dan kepentingan
Sebelum Jendral Sutanto memangku Jabatan Kaporli, kegiatan terlarang ini “marak” di mana-mana, judi internasional, nasional, lokal maupun tradisional bebas alias “lostrom”. Syok terapi jajaran kepolisian dibawa Komando Kaporli Jendral Suanto di awal masa jabatanya benar-benar manjur. Kuman –kuman penyakit masyarakat ini banyak yang “mati suri”. Syndrom judi baik akut maupun kronis sembuh, termasuk peralatan praktek (mesin-mesin judi) disita (mungkin dibakar atau dibenamkan ke laut sebagai museum bawah air).
Rupanya kesembuhan kala itu cuma simptomatik oleh efek analgetik-antipiretik (antalgin dan paracetamol). Kuman penyakitnya hidup kembali dan mulai berinkubasi, Sekarang gejala klinisnya sudah mulai dikeluhkan, diagnosanya jelas “sindrom judi kambuhan/berulang”, atau perlu pemeriksa diagnostic secara mikroskopik,.? Jangan pak, biaya “reagen” sekarang mahal, hasilnya pun bias direkayasa.
Di sini terlihat bahwa judi terletak diantara 4ukuran baik:1.Deontologi:maksud baik berakibat buruk, 2.Utilitarisme: maksud dan akibat baik tetapi melanggar aturan,3.Eudomonisme: semata-mata mengejar suatu tujuan, 4.Hedonisma: ukuran baik jika memuaskan.
Dalam ilmu ‘penyakit masyarakat’ syndrom judi termasuk kategori penyakit keturunan, menahun, menular, mematikan tetapi bisa disembuhkan dan dicegah. Bahkan di beberapa tempat judi dianggap sebagai tradisi atau budaya.
Sindrom judi tak bisa disembuhkan secara total, rabies tak bisa hilang sebelum anjingnya dimusnahkan. Silahkan klik www.stopmerokok.com untuk berhenti merokok, jangan lupa konsultasi juga ke dokter, tapi stop judi belum ada websitenya tu. Sebagai pasien syndrom judi kronis yang kini sedang menjalani program peyembuhan, sanya ingin membagikan resep sederhana dari seorang ‘dokter’ yang dicombain dengan ramuan tradissional, ditambah kata-kata sakti sang istri, nasiat orang tua, teman dan semua orang yang ikhlas menolong. Inilah copy resepnya;
/Determinasi + komitmen, dosis sekali minum (dosis tunggal). Ketetapan hati dan komitmen untuk berhenti’ komit pada diri, sesama dan Tuhan.
/Delete, dosis 1x1, hapus semua telepon yang sering mengundang kita ke TKP (Tempat Kita Pasang uang). Bla nomor itu nyasar lagi, hapus sekali lagi, masih nyasar juga, ganti nomor sekalian,,! Mumpung lagi obral kartu perdana nich.
/Friend, dosis 3x1, carilah teman yang bisa membentu kesembuhan kita, “Teman yang baik mengingatkan teman yang salah, teman yang tida baik membiarkanya” (Imam Ghazali)
/Place, dosis kalau perlu(maintenance) hindari sedapat mungkin untuk datang ke TKP. Bila terpaksa datang dan ditanya, “Kok lama absen?”, katakan saja sudah pensiun dini. Kata Benyamin Franklyn, “Tak ada yang salah dengan pensiun sepanjang tidak mengganggu karya seseorang”.
/Musik, ini dosis bebas karena berupa roboronsia atau vitamin penambah daya tahan tubuh dari godaan setan maupun hasrat hati. Dengarlah lagu-lagu seperti, Judi, gali lubang tutup lubang milik bang Haji Roma, “judi menjanikan kemenangan, judi, kalaupun kau menang itu awal dari kekalahan, kaya, itu awal dari kemiskinan, datang penuh harapan pulang penuh penyesalan”. Gali lubang tutup lubang, lubangnya di pasir, semakin digali semakin terkubur, ini kutipan nasihat dari Jonatan Saturo, “Orang yang biasa berhutang layaknya orang yang sedang berenang menuju kapal yang sedang tenggelam”. . Rupanya yang dimaksud hutang untuk modal berjudi
Selamat mencoba, ingat berdoa sebelum minum obatnya, makan dan istirahat teratur biar gemuk/sehat, bila sakit berlanjut hubungi dokter, masih kumat juga, kami terpaksa mengucapkan, “Selamat Anda gagal”. Tapi ingat, kegagalan adalah sukses yang tertunda. Mari kita menyulam benang kusut masa lalu untuk menjaring peluang hari ini demi masa depan…Selamtat tinggal penderitaan…*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar