Sabtu, 30 April 2011

Surat Cinta Buat PLN

Surat Cinta Buat PLN
Oleh; Sirilus Selaka *)
Timor Express, 29 Mei 2009
BEBERAPA waktu lalu, Pemred (kini Direktur Timex) Yusak Riwu Rohi pernah menulis surat cinta buat PT Semen Kupang dengan mengandaikan icon industri NTT itu sebagai gadis cantik, putih, tinggi semampai dan selalu menarik perhatian setiap kapal yang merapat ke dermaga. Surat berisi cinta dan perhatian serta mewakili harapan masyarakat agar PT SK itu tetap mengepulkan asap. Sayang, asset berharga itu salah urus sehingga statusnya menjadi ‘HTS’ alias hubungan tanpa status.
Terinspirasi oleh surat cinta tersebut, bersama ini kami menulis surat cinta buat PLN, dengan harapan; diantara kita tidak terjadi ‘HTS’ atau hubungan tanpa strum yang berkepanjangan. Pada tempat pertama, kami hendak menyampaikan tentang hari-hari hidup kami yang sering dilanda kesepian dan perasaan gunda-gulana tanpa kehadiranmu. Suasana berubah mencekam, menyeramkan dan mencemaskan dikala malam tiba, sementara engkau entah di mana. Kecemasan kian meningkat ketika engkau semakin sering datang dan pergi sesuka hati. Sering engkau pergi tiba-tiba saat kita makan malam bersama, membuat napsu makan berubah emosi, cemooh dan umpatan tersaji di meja makan. Terkadang saat kita nonton bareng, engkau menghilang tanpa pamit membuat caci-maki mengiring kepergianmu. Kemarin si Buyung dan Upik terpaksa belajar di bawah redup cahaya lilin menghadapi ujian akhir sambil mengucak mata dan hidung yang menghitam, lantaran engkau tak kunjung datang.
Atas semua tingkah lakumu yang aneh bin ajaib itu, kami selalu curiga dan cemburu; ada apa dengan cinta kita? Terdorong oleh rasa cinta dan hasrat saling membutuhkan, kami tiada henti bertanya tentangmu, baik via sms, telepon, surat, melalui perantara, sampai menemuimu dan melihat keadaanmu dari dekat. Engkau selalu beralasan sakit flu berat, hujan di malam minggu aku tak datang padamu, angin kencang dan pohon tumbang menghalangi perjalananmu, kehabisan solar, mesin kendaraan mogok dan tak bisa jalan kaki karena tulang tua, keropos juga asam urat menahun bertahun-tahun. Kami semakin curiga dibakar api cemburu; jangan-jangan engkau sudah berkhianat, menggadaikan cinta kita ke lain hati yang lebih tajir serta perfect dengan 3M; matang – mapan – dan menarik?
Kecurigaan kami mendekati kebenaran; engkau telah berkhianat. Dengan bukti-bukti pelanggaran yang engkau lakukan atas ‘akta pernikahan’ kita, beberapa kali ancaman perceraian kami sampaikan berupa wacana class action, tuntutan ganti rugi, dan pengaduan ke berbagai pihak namun engkau bergeming. Kalaupun peduli, engkau sebatas meminta maaf, lalu berjanji untuk kemudian diingkari. Terakhir engkau berjani bahwa akhir bulan ini engkau tidak lagi berulah yang aneh-aneh. Besar harapan kami agar kali ini engkau bisa menepati janji. Hati kami berbunga-bunga ketika membuka halaman Metro Harian ini edisi Rabu 20/05/2009 yang melansir; Pemkot – PLN Atasi Krisis Liatrik. Dimana PLN akan memasok tambahan daya menjadi 26 mega watt. Selama ini kebutuhan listrik warga kota Kupang sebesar 27 mega watt, sedangkan daya yang tersedia hanya 23 mega watt. Untuk tambahan daya 1 mega watt menjadi 27 mega watt, pemerintah dalam hal ini Pemkot Kupang berencana akan membeli mesin berkapasitas 1 mega watt lalu diberikan kepada PLN dan PLN akan melakukan sewa mesin dengan pembayaran menurut KWH terpakai.
Sebuah kebetulan yang menarik bahwa, kabar gembira ini diletakan tepat di bawah berita bergambar tentang nikah massal yang dihelat Pemkot Kupang. Judul berita yang menggelitik; Banyak Warga Kumpul Tanpa Ikatan. Ada korelasi yang kuat antara kedua berita ini, dimana masalah biaya menjadi penyebab terjalinya hubungan tanpa status dan strum. Sebagai warga kota Kupang, kami mengapresiasi pihak Pemkot yang peduli pada keadaan warganya dengan memfasilitasi nikah massal yang sudah mencapai angka 3000 pasutri hingga kini. Syalom dan terima kasih buat Walikota/Wakil Walikota beserta segenap jajaran atas perhatianya dalam masalah sosial kemasyarakatan ini.
Untuk masalah listrik yang kini tak bisa delepas-pisahkan dari keseharian warga kota, kami tak sabar menanti realisasi wacana tersebut. Maklum, kita sudah berjanji untuk nonton bareng final Liga Champion, race selanjutnya Motor GP yang semakin seru, pertarungan tinju kelas dunia, termasuk rematcth petinju kebanggan kita Chrisjon vs Rocky Juarez 27 Juni mendatang, dan banyak lagi momen penting yang sayang jika tanpa kehadiranmu. Pokoknya seru deh,, nggak ada lo nggak rame. Yang lebih penting dan seru adalah pilpres 8 Juli nanti. Kita masih ingat saat pileg kemarin engkau ikut dikambing-hitamkan dalam kesemerawutan proses penghitungan suara lantaran engkau keburu kabur.
Pada tempat kedua, kami ingin engkau menyadari bahwa sikapmu selama ini membuat kami sangat membencimu, tetapi kami tetap mencintaimu karena engkaulah satu-satunya yang kami miliki hingga saat ini. Sekiranya status tunggal ini tak membuatmu takabur dan kabur-kaburan, status kesendirianmu tak membuatmu lupa diri dan lupa pulang sampai bongkahan cinta kita yang mengkristal dalam freezer mencair, meleleh, tersia-sia kemana-mana. Tak terhitung lagi peralatan elektronok kita yang rusak, usaha bersama kita dengan sistim bagi hasil selalu terombang-ambing gelombang untung-rugi akibat seringnya engkau mangkir dari salon, bengkel, meubel, warung makan, swalayan, fotocopy, rental PS, warnet dll.
Kami juga ingin agar engkau sadar sesadar-sadarnya bahwa engkau ada karena kami ada. Dan hubungan kita yang berulang kali terancam putus bisa survive hanya karena cinta. Cinta itu butuh pengorbanan sayang, semua bisa bilang cinta tapi apalah arti cinta tanpa pengorbanan, saling pengertian dan saling mengisi? Kami juga menyadari bahwa ancaman-ancaman kami selama ini tak jua menyelesaikan persoalan, tetapi itu kami lakukan lantaran seringnya hati kami engkau sakiti. Sebagai manusia, kami punya ambang toleransi rasa sakit. Untuk itu sekali lagi kami berharap agar janji dan wacana penambahan daya ini benar-benar direalisasikan demi kesembuhan luka yang menganga di antara kita.
Kami optimis, biaya untuk penambahan daya 3 mega watt oleh PLN dan 1 mega watt dari Pemkot bukanlah harga yang terlampau tinggi untuk dijangkau. Apalagi kami dengar, PLN punya cukup banyak piutang belum tertagih. Kalau mereka itu hoby utang di atas utang, selesaikan saja dengan sistim ‘paksa badan’ atau pemutusan hubungan biar jera. Saran ‘agitatif’ ini hanyalah ungkapan kecemburuan kami pada sikap PLN yang pilih kasih dalam penerapan denda dan ancaman pemutusan hubungan atas kelalaian kami membayar tagihan. Cinta kok pake utang? seperti kata Megy Z, “utang cinta yang kau pinjamkan belum lunas mengapa tak menagih lagi?
Mengakhiri surat cinta ini, perkenankan kami memperdengarkan sepenggal lagu cinta Iwan Fals; “kumenanti seorang kekasih yang tercantik yang datang di hari ini, andai kau tak datang hari ini, musnah harapanku”. I love you bertubi-tubi. **
Penulis;
Warga Kota Kupang.

1 komentar:

  1. BEBERAPA waktu lalu, Pemred (kini Direktur Timex) Yusak Riwu Rohi pernah menulis surat cinta buat PT Semen Kupang dengan mengandaikan icon industri NTT itu sebagai gadis cantik, putih, tinggi semampai dan selalu menarik perhatian setiap kapal yang merapat ke dermaga. Surat berisi cinta dan perhatian serta mewakili harapan masyarakat agar PT SK itu tetap mengepulkan asap. Sayang, asset berharga itu salah urus sehingga statusnya menjadi ‘HTS’ alias hubungan tanpa status.
    Terinspirasi oleh surat cinta tersebut, bersama ini kami menulis surat cinta buat PLN, dengan harapan; diantara kita tidak terjadi ‘HTS’ atau hubungan tanpa strum yang berkepanjangan. Pada tempat pertama, kami hendak menyampaikan tentang hari-hari hidup kami yang sering dilanda kesepian dan perasaan gunda-gulana tanpa kehadiranmu. Suasana berubah mencekam, menyeramkan dan mencemaskan dikala malam tiba, sementara engkau entah di mana. Kecemasan kian meningkat ketika engkau semakin sering datang dan pergi sesuka hati. Sering engkau pergi tiba-tiba saat kita makan malam bersama, membuat napsu makan berubah emosi, cemooh dan umpatan tersaji di meja makan. Terkadang saat kita nonton bareng, engkau menghilang tanpa pamit membuat caci-maki mengiring kepergianmu. Kemarin si Buyung dan Upik terpaksa belajar di bawah redup cahaya lilin menghadapi ujian akhir sambil mengucak mata dan hidung yang menghitam, lantaran engkau tak kunjung datang.

    BalasHapus